Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

20.5.11

Fabregas Dilamar Barca Usai final Champion

Cesc Fabregas masih bisa jual mahal pasalnya kapten Arsenal tersebut terus dilirik oleh Barcelona  meski tim yang dibelanya saat ini berusaha mempertahankan  posisinya.
Kabarnya, usai final Liga Champions versus Manchester United di Wembley, 28 Mei nanti, sehari setelahnya Barca akan mengajukan tawaran resmi ke Arsenal. Bila nantinya Barca jadi juara Champions, maka rencana pengajuan tawaran itu akan ditunda beberapa saat karena mereka ingin euforia dulu. Tapi jika ternyata MU yang tampil sebagai juara, Barca akan langsung mengajukan penawaran kesokan harinya.
Wenger & Fabregas
Meski Barca akan mengajukan harga £26,5 juta untuk  Fabregas seperti yang dilansir harian El Mundo Deportivo.  The Gunners tidak serta merta langsung menerima tawaran , Arsenal mematok harga £45 juta untuk Fabregas. Namun, Barca menilai harga itu terlalu mahal. Karena itu, Penawaran masih ditambah dua pemain lagi. Jadi Intinya hanya untuk Fabregas, Barca rela bayar dengan harga tinggi plus ditukar dengan 2  pemain. Mantapp.. \\^o^//

Thiago Alcantra dan Bojan Krkic, dua pemain yang kemungkinan diminta Manajer Arsene Wenger tapi permintaan tersebut ditolak Bacra. Karena Thiago akan jadi andalan Barca. Sementara, Bojan akan dipakai untuk pertukaran dengan striker Villarreal, Giuseppe Rossi. 

ckck...Ini masih penawaran satu pemain. Belum yang lain. Jadi dari tawar menawar ini dapat kita simpulkan dengan rumus :
2 player + money = Fabregas
wkwk...

(rfrence:goal.com)
(Selengkapnya...)

4.5.11

AREMA yang Malang

Arema terpuruk! menorehkan hasil yang kurang maksimal pada Liga Champion Asia (LCA).
 
Sebelumnya saat bertanding di kandang Shandong Luneng, Arema harus rela gawangnya kemasukan 5 gol. Laga away dengan Cerezo Osaka di Jepang, Arema kalah tipis 2-1.
Namun yang menurut saya paling memalukan adalah di laga Home-nya yaitu di kanjuruhan Malang. Tuan rumah dihajar  4 gol tanpa balas. Sungguh ironi sekali. ada apa ini?
Berbagai masalah internal disebut-sebut menjadi penyebabnya. Pelatih Arema  Miroslav Janu menilai jadwal pertanding menjadi penyebab utama menurunnya permainan tim asuhannya. 

"Perjalanan dari China sangat jauh, pemain lelah tapi harus bertanding di Pelita. Setelah itu langsung ke Padang. Itu sangat gila," cetusnya seperti dikutip Okezone.
Namun Miro membantah mental pemain turut memengaruhi penampilan timnya. Ia melihat faktor fisik yang dominan, sehingga memengaruhi konsentrasi dan stabilitas permainan di lapangan. "Fisik jelek, semua jadi terganggu," ujarnya.
Faktor lain karena tidak adanya dukungan moral dari manajemen tim. Masalah ini menyulut amarah Miro saat jumpa pers usai laga memalukan 3 mei itu.
"Ada manajemen Arema di sini? Ada?!" tanya Miro dengan nada tinggi.
"Saya capek. Ini pertandingan di Liga Champions, ke mana mereka? Saya sudah capek. Terima kasih," imbuh pelatih asal Republik Ceko ini.
Miroslav Janu
Aksi ini oleh Asep Syahputra, media officer PSSI di khawatirkan akan mendapat hukuman denda dari pihak AFC karena meninggalkan ruangan, padahal sesi konferensi pers belum berakhir.Dan kemalangan Arema juga belum berakhir sampai disini saja, ada hal unik dan juga mencengangkan menurut saya, saat Cerezo Osaka bertandang kemarin.
 Seperti kita tahu, Biasanya kalau laga kandang para Aremania menjadi kelompok mayoritas yang memadati stadion,namun lain lagi dengan keadaan selasa kemarin (3 Mei). Stadion Kanjuruhan  seperti menjadi milik pendukung Cerezo Osaka. Meski jumlahnya 1300 orang, lewat nyanyian dan teriakan yel-yel pendukung Cerezo ini mampu menunjukkan dukungan penuh pada tim kesayangan mereka. Para Supporter yang menempati tribun 14 ini adalah karyawan Yanmar (Perusahaan pemilik Cerezo) yang ada di Indonesia.
Lantas bagaimana dengan Aremania ?, mereka tetap datang tapi dengan jumlah yang lebih sedikit dari biasanya. Mungkin sebagian besar suporter Arek Malang itu banyak yang kecewa akan kekalahan tim singo edan kebanggannya di beberapa laga LCA maupun ISL sehingga mereka memutuskan untuk tidak datang menonton. wehwehweh... parah ni.
Suporter Cerezo Osaka
 
(Selengkapnya...)

Bos Yamaha Racing Ingin Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP

Hengkangnya tim Kawasaki tahun 2009, tim Interwetten Honda yang undur diri akhir 2010, serta Yamaha yang mengalami krisis sponsor di musim 2011 setelah Fiat menarik diri sebagai sponsor tim Yamaha tahun lalu  adalah beberapa faktor yang secara tak langsung membuat tontonan MotoGP menjadi agak hambar. Juga ada lagi, Suzuki yang terpaksa mengurangi partisipasinya di musim 2011 dengan hanya menurunkan satu rider saja. hmm, ada apa ini ?

Dampak krisis global yang sangat terasa menjadi alasan utama. lantas apakah masalah ini terus dibiarkan berlarut-larut sampai semua tim mengundurkan diri karena tidak punya anggaran? trus apa yang mau dilihat kalau pas acara GP berlangsung ? (Umbrella Girl-nya aja dah yang disuruh balapan... wkwkwk)

Lin Jarvis  selaku Bos Yamaha Racing menilai kelas utama sekarang terlalu mengarah ke Spanyol dan Italia.Untuk tetap menjaga eksistensi dan masa depan MotoGP itu sendiri, Jervis mengatakan solusinya adalah meningkatkan profil MotoGP di luar pasar yang biasanya karena memang GP butuh daya tarik yang lebih luas untuk membantu menarik sponsor baru dan investasi penting.
“Kita harus memiliki lebih banyak balapan di Asia. Salah satu keberhasilan kejuaraan F1 adalah ia sudah bergerak ke tren ekonomi global,” kata Jervis.
Sementara India saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan Dorna, Abu Dhabi akan  masuk dalam kalender MotoGP musim 2012 di sirkuit megahnya Yas Marina.Beredar juga rumor yang mengatakan bahwa Argentina juga berencana ambil bagian untuk menggelar MotoGP.
“Ada banyak balapan di negara Arab dan kini mereka melihat pada pasar baru seperti India dan Russia. Dan empat seri di Spanyol itu terlalu banyak. Mengapa kita tidak ke Amerika Selatan, misalnya?”tutur Jervis yang sedang giatnya mengkampanyekan perluasan penyelenggaraan MotoGP di negara-negara lain di dunia.
 kalimat yang dibawah ini yang menurut saya menarik
“India akan menjadi sangat positif jika dia bergabung. Tapi secara pribadi saya lebih menginginkan melihat balapan digelar di Indonesia karena memiliki pasar yang luar biasa. Yamaha dan Honda berhasil menjual motor lebih dari 6 juta unit di Indonesia,” terangnya lagi.

Sangat beralasan harapan Jervis agar MotoGP bisa digelar di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi dan pasar yang luar biasa. Bahkan dia mengatakan bahwa penonton TV saat tayangan MotoGP berlangsung di Indonesia juga sangat banyak. nah, gimana kita gag
 bangga kalau didukung seperti ini. Yang jadi pertanyaan sekarang, kapan harapan itu bisa terwujud yah ?
  

(refrence:MCN)







(Selengkapnya...)

26.4.11

61 Tahun 61 Juara

Kalau dihitung dari 1949 sampai 2011, ternyata MotoGP sudah berumur 62 tahun. dari jamannya Pak Karno  sampai jaman Pak Tarno sekarang, event ini sudah tidak sedikit atau banyak menyita perhatian banyak orang karena semua hal yang diberikannnya. 
Di postingan sebelumnya sudah saya bahas tentang perkembangan MotoGP antar Dekade, dan dibawah ini saya cantumkan nama-nama juaranya dari yang mulai dulu banget sampai tahun kemarin, (yang 2011 nyusul).  "Selamat...Menikmati".  =D
Alex Criville 1999

Season| Category| Rider| Country| Constructor
2010 MotoGP Jorge Lorenzo SPAIN Yamaha
2009 MotoGP Valentino Rossi ITALY Yamaha
2008 MotoGP Valentino Rossi ITALY Yamaha
2007 MotoGP Casey Stoner AUSTRALIA Ducati
2006 MotoGP Nicky Hayden UNITED STATES Honda
2005 MotoGP Valentino Rossi ITALY Yamaha
2004 MotoGP Valentino Rossi ITALY Yamaha
2003 MotoGP Valentino Rossi ITALY Honda
2002 500cc Valentino Rossi ITALY Honda
2001 500cc Valentino Rossi ITALY Honda
2000 500cc Kenny Roberts Jr UNITED STATES Suzuki
1999 500cc Alex Criville SPAIN Honda

1998 500cc Mick Doohan AUSTRALIA Honda
1997 500cc Mick Doohan AUSTRALIA Honda
1996 500cc Mick Doohan AUSTRALIA Honda
Mick Doohan
1995 500cc Mick Doohan AUSTRALIA Honda
1994 500cc Mick Doohan AUSTRALIA Honda
1993 500cc Kevin Schwantz UNITED STATES Suzuki
1992 500cc Wayne Rainey UNITED STATES Yamaha
1991 500cc Wayne Rainey UNITED STATES Yamaha
1990 500cc Wayne Rainey UNITED STATES Yamaha
1989 500cc Eddie Lawson UNITED STATES Honda

1988 500cc Eddie Lawson UNITED STATES Yamaha
1987 500cc Wayne Gardner AUSTRALIA Honda
1986 500cc Eddie Lawson UNITED STATES Yamaha
1985 500cc Freddie Spencer UNITED STATES Honda
1984 500cc Eddie Lawson UNITED STATES Yamaha
1983 500cc Freddie Spencer UNITED STATES Honda
1982 500cc Franco Uncini ITALY Suzuki
1981 500cc Marco Lucchinelli ITALY Suzuki
1980 500cc Kenny Roberts UNITED STATES Yamaha
1979 500cc Kenny Roberts UNITED STATES Yamaha

Giacomo Agostini 1969
1978 500cc Kenny Roberts UNITED STATES Yamaha
1977 500cc Barry Sheene GREAT BRITAIN Suzuki
1976 500cc Barry Sheene GREAT BRITAIN Suzuki
1975 500cc Giacomo Agostini ITALY Yamaha
1974 500cc Phil Read GREAT BRITAIN MV Agusta
1973 500cc Phil Read GREAT BRITAIN MV Agusta
1972 500cc Giacomo Agostini ITALY MV Agusta
1971 500cc Giacomo Agostini ITALY MV Agusta
1970 500cc Giacomo Agostini ITALY MV Agusta
1969 500cc Giacomo Agostini ITALY MV Agusta

1968 500cc Giacomo Agostini ITALY MV Agusta
1967 500cc Giacomo Agostini ITALY MV Agusta
 John Surtees 1959
1966 500cc Giacomo Agostini ITALY MV Agusta
1965 500cc Mike Hailwood GREAT BRITAIN MV Agusta
1964 500cc Mike Hailwood GREAT BRITAIN MV Agusta
1963 500cc Mike Hailwood GREAT BRITAIN MV Agusta
1962 500cc Mike Hailwood GREAT BRITAIN MV Agusta
1961 500cc Gary Hocking RHODESIA MV Agusta
1960 500cc John Surtees GREAT BRITAIN MV Agusta
1959 500cc John Surtees GREAT BRITAIN MV Agusta

1958 500cc John Surtees GREAT BRITAIN MV Agusta
1957 500cc Libero Liberati ITALY Gilera
1956 500cc John Surtees GREAT BRITAIN MV Agusta
1955 500cc Geoff Duke GREAT BRITAIN Gilera
1954 500cc Geoff Duke GREAT BRITAIN Gilera
1953 500cc Geoff Duke GREAT BRITAIN Gilera
1952 500cc Umberto Masetti ITALY Gilera
1951 500cc Geoff Duke GREAT BRITAIN Norton
1950 500cc Umberto Masetti ITALY Gilera
1949 500cc Leslie Graham GREAT BRITAIN AJS

(Refrence: MotoGP Lover's on Facebook)

(Selengkapnya...)

29.3.11

Moto GP, Dekade Awal sampai Sekarang


Tak terasa MotoGP telah merentangkan usia 62 tahun (1949 – 2011). Sejak pertama hingga kini GP Lover terus meningkat. Kancah balap sepeda motor kreasi Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM) berlangsung pada 1949 tepatnya 17 juni 1949 di sirkuit Isle of Man (Inggris). Kontestan yang turun mencapai 59 starter. Sayangnya saya belum lahir pas jaman itu, biar bisa poto-poto. hehee
Hanya saja FIM saat itu hanya menghitung 4 finisher terbaik yang mendapatkan poin. Top five seri pertama ini adalah Harold Danielli (Inggris), Johnny Lockett (Inggris), Ernie Lyons (Irlandia), Artie Bell (Irlandia) dan Sid Jensen (Selandia Baru).Nah juara dunia pertama motoGP jatuh ke Leslie Graham (Inggris). Mari kita lihat perkembangan MotoGP dari awal dekade sampai sekarang.

1949
Pertama kalinya dihelat kompetisi balap sepeda motor tingkat dunia bertajuk World Grand Prix kreasi FIM. Kelas yang dilombakan terdiri dari kelas 50 cc, 80 cc, 125 cc, 250 cc, dan 800 cc. Tipe mesin yang turun balap memakai  4-tak dan merek yang mendominasi rata-rata produk Eropa, seperti AJS, Gilera, Norton, Moto Guzzi, Velocette dan Triumph.

1959
Satu dekade pertama berlalu, kelas yang dilombakan belum terlalu berubah dan intensitas serta pamor balap motor ini mulai meningkat. Sistem poin pun masih tetap di mana hanya 4 finisher teratas yang diganjar poin.Motornya pun masih menggunakan tipe 4-tak.Juara dunia disatu dekade MotoGP ini adalah John Surtees dengan MV Agusta.

1969
Assen._Katayama_(Japan),_Suzuki_team
Dua dekade MotoGP persaingan kian seru terlebih Mike Hailwood vs. Giacomo Agostini. Di dekade kedua ini pula Honda pertama kali ikut serta MotoGP di 1966 dan langsung merebut titel Konstruktor di debutnya lewat Mike Hailwood dan Jim Reedman. Kiprah Honda hanya berlangsung 2 musim, di rentang 1967 – 1969 kembali absen. Dekadeini menjadi momentum invasi kuda besi Jepang di MotoGP.
Di dekade kedua ini menjadi penanda kebangkitan 2-Tak setelah sebelumnya diperkenalkan di kelas di bawahnya 50 cc dan 80 cc kemudian 125 cc dan 250 cc hingga akhirnya 500 cc pun mulai di dominasi mesin 2-tak.

1979
Tiga dekade, Era ini pabrikan Yamaha dan Kawasaki mulai meramaikan MotoGP. Kemudian diikuti Suzuki diawal 70’an. Hingga akhirnya mulai musim 1976 seluruh pabrikan Eropa menarik diri dan seluruh pembalap memakai produk Jepang mulai dari Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki. Walaupun hanya kuda besi dari Jepang yang berjaya, pembalap dari negeri sakura itu belum ada yang ikut berpartisipa
Sistem poin di dekade ini lebih berkembang dengan mengakomodasi 10 finisher teratas yang berhak mendapatkan poin. Kenny Roberts menjadi juara dunia di dekade ketiga MotoGP.


1989
Empat dekade, Honda kembali turun di musim 1982 dengan ridernya Freddie Spencer. Sekaligus menandai kebangkitan Honda mulai merusak dominasi yang hampir 10 musim dirajai Yamaha dan Suzuki. Selain Freddie Spencer,rider lainnya yaitu Eddie Lawson dan Wayne Gardner. Musim ini sistem poin sudah memberlakukan setiap 15 finisher berhak diganjar poin.

1999
Lima dekade, Honda menjajah MotoGP. Sempat terhambat oleh penampilan hebat Wayne Rainey (Yamaha) dan Kevin Schwantz (Suzuki) di awal ’90-an. Honda terhitung 1994 langsung mendominasi lewat juara dunia 5 kali, Michael Doohan.
Pada tahun 2002 kancah MotoGP mengaplikasi mesin 4-tak yang dianggap ramah lingkungan. Valentino Rossi menjadi pembalap pertama yang menjuarai MotoGP baru di 2002. Di akhir dekade kelima ini, Rossi kembali tampil sebagai juara dunia sekaligus mengukuhkan sebagai juara dunia MotoGP terbanyak dengan total 5 gelar (dari 2002,2005,dan 2008)

2009
Enam dekade, Terjangan badai krisis ekonomi membuat MotoGP banyak melakukan terobosan. Mundurnya Kawasaki dari MotoGP, merupakan imbas dari krisis finansial yang tak kunjung berhenti. Alhasil, MotoGP melakukan langkah antisipasi dengan merevisi regulasi. Mulai dari aplikasi one tyre supplier, pemangkasan waktu sesi latihan dan juga diparuh musim kedua, usia pemakaian mesin dibatasi dan juga aplikasi elektronik mulai dikurangi. Sungguh  terasa pengaruh krisis finansial global di dekade keenam ini.

6 dekade sudah berlalu, tentu MotoGP sudah banyak dikenal orang dari berbagai kalangan dan status sosial, hmm., saya selalu bertanya dalam hati, kapan indonesia bisa ikut berpartisipasi di balap motor kelas dunia  ini ya.,? (wah gag ada yang bisa menjawab ni) hee.Semoga Bermanfaat.. =)

source : Otosport Magazine 55 edition
            2nd photo from wikipedia.org
(Selengkapnya...)